ETIKA BISNIS
Jenis Pasar, Latar Belakang
Monopoli, Etika Dalam Pasar Kompetitf
Kelompok
: 10
(Sepuluh)
Nama/Npm
: Sakha Kautsar
/16212790)
: Ernita
/12212545)
: Muhammad Ridanto/15212056)
Kelas
: 4EA23
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
Ø
Pengertian
persaingan sempurna, monopoli dan oligopoli
a. Pasar Persaingan Sempurna
Suatu pasar dimana terdapat banyak penjual
dan pembeli, barang yang didagangkan adalah barang homogen atau barang yang
sama dan penjual tidak memiliki kebebasan dalam menentukan harga. Dalam pasar persaingan
sempurna produsen bisa keluar dan masuk pasar dengan sangat mudah. Dilihat dari
persaingan diuar harga, pasar persaingan sempurna tidak memiiki persaingan di
luar harga.
b. Pasar Monopoli
Pasar monopoli merupakan suatu pasar
yang hanya memiliki satu penjual saja sehingga pembeli tidak punya pilihan dan
penjual memiliki pengaruh besar dalam perubahan harga. Dalam pasar monopoli hanya terdapat
satu perusahaan atau penjual. Dan barang yang
didagangkan pada pasar monopoli adalah barang yang unik atau langka.
c. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli yaitu pasar yang
hanya terdapat beberapa produsen di dalamnya yang saling mempengaruhi dan
bersaing dalam kualitas barang. Pasar oligopoli memiliki sedikit
perusahaan atau produsen. Dengan menghasilkan
barang standar atau berbeda corak, dalam pasar oligopoli adakalanya produsen
tangguh dan adakalanya lemah dalam memengaruhi harga serta cukup sulit bagi
produsen untuk keluar masuk pasar.
Ø Monopoli
& Dimensi Etika Bisnis
Dari sisi
etika bisnis, pasar monopoli dianggap kurang baik dalam mencapai nilai-nilai
moral karena pasar monopoli tak teregulasi tidak mampu mencapai ketiga nilai
keadilan kapitalis, efisiensi ekonomi dan juga tidak menghargai hak-hak negatif
yang dicapai dalam persaingan sempurna.
Ø Etika Di
Dalam Pasar Kompetitif Sempurna
Pasar bebas kompetitif sempurna
mencakup kekuatan-kekuatan yang mendorong pembeli dan penjual menuju apa yang
disebut titik keseimbangan.
Dalam hal ini pasar dikatakan mampu
mencapai tiga moral utama :
1.
Mendorong
pembeli dan penjual mempertukarkan barang dalam cara yang adil.
2.
Memaksimalkan
utilitas pembeli dan penjual dengan mendorong mereka mengalokasikan,
menggunakan, dan mendistribusikan barang-barang dengan efisiensi sempurna.
3.
Mencapai
tujuan-tujuan tersebut dengan suatu cara yang menghargai hak pembeli dan
penjual untuk melakukan pertukaran secara bebas.
Ø Kompetisi
Pada Pasar Ekonomi Global
Kompetisi mempunyai pengertian adanya persaingan
antara perusahaan untuk mencapai pangsa pasar yang lebih besar. Kompetisi
antara perusahaan dalam merebutkan pelanggan akan menuju pada inovasi dan
perbaikan produk dan yang pada akhirnya pada harga yang lebih rendah. Sebuah
perusahaan yang memimpin pasar dapat dikatakan sudah mencapai keunggulan
kompetisi. Kompetisi baik bagi perusahaan karena akan terus mendorong adanya
inovasi, ketekunan dan membangun semangant tim. Sekalipun demikian, tidak selamanya
kompetisi selalu baik karena kita harus memastikan bahwa para pesaing
perusahaan kita tidak akan mencuri pelanggan kita.
Dalam pengertian sempit, kompetisi mempunyai
pengertian perusahaan-perusahaan berusaha sekuat tenaga untuk membuat pelanggan
membeli produk mereka bukan produk pesaing. Oleh karena itu, akan terdapat
pihak yang menang dan yang kalah. Dalam pengertian luas sebagaimana sudah
disebutkan di atas, kompetisi merupakan usaha organisasi bisnis dalam
memperoleh pangsa pasar yang lebih besar dan lebih sukses dibandingkan dengan
pesaingnya. Ada tiga model kompetisi dalam dunia bisnis, yaitu: kompetisi
manufaktur, kompetisi penjualan dan model-model kompetisi.
Jadi Indonesia memiliki daya atau kemampuan saing
untuk berkompetisi dalam pasar global. Belum lagi faktor-faktor lain yang tidak
diuraikan dalam. Jika ingin mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk
mengekspansi sayap-sayapnya pada skala ASEAN pada MEA dan AFTA 2015 (untuk
jangka pendek), maupun pada skala global (untuk jangka panjang), beberapa hal
yang tertinggal terlebih dahulu harus dikejar dan dibenahi secara makro.
Pertama, membentuk SDM yang kuat dan profesional. Kedua, dalam rangka
peningkatan produktivitas dan efisiensi, teknologi-teknologi sebagai alat
produksi perlu dimutakhirkan, dengan harapan bisa menurunkan biaya produksi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar